Bertanya tentang pelajaran kepada guru di kelas dapat dilakukan dengan beberapa cara. adjar.id - Kegiatan belajar mengajar yang efektif tentu tidak lepas dari peran guru dan murid. Saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran, kita sebagai murid sebaiknya bersikap tenang dan memperhatikan dengan fokus penjelasan yang diberikan oleh guru.
Guru atau wali kelas meminta siswa memikirkan apa saja keinginan terhadap kelas impiannya. Guru atau wali kelas meminta para siswa untuk menuliskan hal yang terbersit dan diinginkan dari kelasnya. Kemudian, siswa menulis mengenai impian kelas yang dikehendaki di papan tulis. Guru bisa meminta siswa untuk membaca tiap-tiap keinginan. Guru
1)Fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan, saat melakukan percakapan seoarang coach harus fokus pada coachee dan apa yang dibawanya bukan kepada situasinya. 2)Bersikap terbuka dan ingin tahu, berusaha untuk tidak menghakimi, melabel, berasumsi, atau menganalisis pemikiran orang lain. Agar kita dapat bersikap terbuka, kita perlu selalu
Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan berbeda bagi setiap murid. Maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain: 1. Melakukan pemetaan
Dari berbagai macam teknik yang dikemukakan oleh para ahli, maka teknik-teknik supervisi individual terbagi kepada beberapa macam teknik berikut: 1 Kunjungan Kelas (Classroom Visitation) Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah, di mana ia mengunjungi kelas tempat guru mengajar untuk mengamati suasana belajar di kelas itu.
Materi selanjutnya mendemonstrasikan konsep kesadaran penuh (mindfullnes) melalui teknik STOP, dan implementasi PSE di kelas dan sekolah melalui 4 indikator, yaitu pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah dan penguatan pembelajaran sosial emosional pendidik dan
Coach: guru, coachee: murid. 1 pengamat Seorang murid bercerita jika dia merasa diperlakukan tidak adil oleh seorang guru. Guru tersebut membuka les privat, dan sebagian besar murid di kelas mengikuti les privat tersebut, kecuali murid tersebut. Murid tersebut merasa tidak nyaman ketika guru sering menyindir murid yang tidak mau ikut les privatnya.
Angkatan 9. Kabupaten Tuban. Tahun 2023. Fasilitator : Efita Sukarlin, S,Pd.AUD. PP : M. Kholis, S.Pd.M.Pd.. Coaching didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari choachee ( Grant, 1999 )
ZkPsDYo. ff1x8yvpph.pages.dev/46ff1x8yvpph.pages.dev/283ff1x8yvpph.pages.dev/13ff1x8yvpph.pages.dev/375ff1x8yvpph.pages.dev/477ff1x8yvpph.pages.dev/133ff1x8yvpph.pages.dev/400ff1x8yvpph.pages.dev/274
percakapan guru dan murid di kelas